Transformator


Kompetensi


- Mengidentifikasi jenis-jenis transformator.
- Menjelaskan prinsip kerja transformator.
- Mendefinisikan Integrated high voltage transformator.
- Mengidentifikasi rangkaian Integrated high voltage transformator.
- Menjelaskan prinsip kerja Integrated high voltage transformator.
- Mendefinisikan pengganda tegangan.
- Mengidentifikasi rangkaian pengganda tegangan.
- Menjelaskan prinsip kerja pengganda tegangan.
- Mendefinisikan fuse.
- Menyebutkan jenis - jenis fuse.
- Mengidentifikasi komponen fuse dalam rangkaian elektronika.
- Menjelaskan prinsip kerja fuse.



Pengantar


Transformator atau trafo adalah alat listrik melalui gandengan magnet memindahkan daya listrik dari suatu rangkaian ke rangkaian lainya dengan frekuensi yang sama. Tegangan dapat di naikan atau diturunkan sesuai dengan besar kecilnya arus yang mengalir dalam rangkaian.




Definisi Transformator


Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet. Transformator digunakan secara luas, baik dalam bidang tenaga listrik maupun elektronika. Penggunaan transformator dalam sistem tenaga listrik yaitu untuk menaikan tegangan dari pembangkit listrik, untuk ditransmisikan. Transformator juga dipakai untuk menurunkan tegangan listrik akan didistribusikan.
Dalam bidang elektronika, transformator digunakan antara lain sebagai gandengan impedansi antara sumber dengan beban, untuk memisahkan satu rangkain dari rangkaian yang lain; dan untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan atau mengalirkan arus bolak-balik antara rangkaian. Berdasarkan frekuensi, transformator dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Frekuensi daya, 50 - 60 kc/s
2. Frekuensi pendengaran, 50 - 20kc/s
3. Frekuensi radio, diatas 30 kc/s.
Dalam bidang elektronika pemakaian transformator dikelompokkan menjadi :
1. Transformator inti besi
2. Transformator inti ferit
3. Transformator inti udara



Transformator inti besi


Trafo inti besi banyak dipakai sebagai alat interface, step up, step down rangkaian matching impedansi, matching voltage dalam rangkaian elektronik frekuensi rendah.
Simbol
Transformator inti besi
Gambar
Pengawatan Transformator
Gambar
Transformator inti besi
Transformator inti ferit
Trafo inti ferit banyak dipakai sebagai alat interface, Rangkaian matching Impedansi dalam rangkaian elektronik frekuensi menengah

Simbol
Transformator inti ferit

Gambar
Transformator inti ferit
Transformator inti udara
Trafo inti udara banyak dipakai sebagai alat interface rangkaian matching impedansi dalam rangkaian elektronik frekuensi tinggi.

Simbol
Transformator inti udara

Gambar
Transformator inti udara




Prinsip kerja Transformator



Prinsip dasar suatu transformator adalah induksi bersama (mutual induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh fluks magnet. Dalam bentuk yang sederhana, transformator terdiri dari dua buah kumparan induksi yang secara listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu path yang mempunyai relaktansi yang rendah. Kedua kumparan tersebut mempunyai mutual induction yang tinggi. Jika salah satu kumparan dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, fluks bolak-balik timbul di dalam inti besi yang dihubungkan dengan kumparan yang lain menyebabkan atau menimbulkan ggl (gaya gerak listrik ) induksi ( sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum faraday, Bila arus bolak balik mengalir pada induktor, maka akan timbul gaya gerak listrik (ggl) .
Apabila kumparan sekunder dihubungkan dengan beban ZL , I2 mengalir pada kumparan sekunder, di mana  dengan θ2 = faktor kerja beban.
Arus beban I2 ini akan menimbulkan gaya gerak magnet (ggm) N2 I2 yang cenderung menentang fluks (φ) bersama yang telah ada akibat arus pemagnetan IM. Agar fluks bersama itu tidak berubah nilainya, maka pada kumparan primer harus dialiri arus I’2, yang menentang fluks yang dibangkitkan oleh arus beban I2 hingga keseluruhan arus yang mengalir pada primer menjadi
I1 = I0 + I’2
Bila rugi besi diabaikan (IC diabaikan) maka I0 = IM
Dimana Ic = arus tanpa beban dan IM = magnetisasi
I1 = IM + I’2
Untuk menjaga agar fluks tetap tidak berubah sebesar ggm yang dihasilkan oleh arus pemagnetan IMsaja, berlaku hubungan:
N1 IM = N1 I1 – N2 I2
N1 IM = N1 (IM + I’2) – N2 I2
N1 I’2 = N2 I2
Karena nilai IM dianggap kecil maka I’2 = I1 Jadi,
N1 I1 = N2 I2 atau 
animasi pengawatan transistor








Definisi Integrated High Voltage Transformator
Setiap pesawat televisi, monitor computer sebagian besar menggunakan flyback atau Integrated High Voltage Transformator. Sedangkan yang dimaksud dengan Integrated High Voltage Transformator adalah transformator yang digunakan untuk membangkitkan tegangan tinggi dalam rangkaian pesawat video.
Gambar Integrated High Voltage Transformator
Gambar Simbol transformator flyback




Pinsip kerja Integrated High Voltage Transformator

Perlu dipahami bahwa yang digunakan untuk membangkitkan tegangan tinggi pada televisi berwarna umumnya adalah sistem flyback pada output sweep horizontal. Tegangan tinggi dihasilkan oleh pulsa retrace horisontal pada transformator out put. Selama sedang retrace horizontal , akan dihasilkan pulsa positif tegangan tinggi (HV) dari trafo fly back dibangkitkan oleh transformator (flyback) . Dan transformator output ini merupakan sirkit output penguat akhir horizontal. Cara-cara pemberian arus pada gulungan defleksi horizontal dan penggunaan demper dihasilkan tegangan yang sama.


Pengganda tegangan
Pengganda tegangan atau multiplier seperti diketahui fungsi transformator untuk menaikan atau menurunkan tegangan. Jika tegangan dinaikan, maka arusnya akan menurun, sebaliknya jika tegangan diturunkan maka arus akan naik. Pengganda tegangan adalah dua atau lebih penyearah tegangan puncak (peak rectifier) yang menghasilkan tegangan sesuai dengan perkalian tegangan input puncak (2Vp, 3Vp, 4Vp) dan seterusnya, penganda tegangan dipergunakan hanya pada beban konstan dan mempunyai impedansi tinggi atau tegangan inputnya stabil.
Pengganda tegangan terdiri dari :
1. Voltage doubler untuk menaikan tegangan input sebesar 2x
2. Voltage tripler untuk menaikan tegangan input sebesar 3x
3. Quadrupler untuk menaikan tegangan input sebesar 4x
Klarifikasi ini berdasarkan rasio tegangan output terhadap tegangan input misal pada voltage multiplier, tegangan inputnya naik sebesar 2 kali maka disebut voltage doubler contoh penggunaanya pada pensuplay CRT pada pesawat TV, Oskiloskop dan display komputer.
Gambar Rangkaian Voltage doubler



Gambar Rangkaian Voltage tripler






Gambar Rangkaian quadrupler




Definisi Sekering / Fuse

Sebagian besar pesawat elektronik menggunakan fuse/sekering, sedangkan pengertian fuse/sekering adalah bagian yang mengamankan pesawat elektronik bila terjadi hubung singkat atau kesalahan lain yang mengakibatkan arus naik secara tidak normal. Dengan demikian, seluruh pesawat dapat dihindari dari kerusakan total, misalnya terjadi hubung singkat dari salah satu atau beberapa komponen di dalam pesawat. Meskipun tugas utama sebagai pengaman, fuse atau sekering ini juga mempunyai tugas/kegunaan (tambahan), yaitu sebagai pemilih tegangan jala-jala.



Macam-macam fuse / sekering
Sekering/fuse yang umum digunakan adalah:

1. Sekering lebur

Sekering lebur akan bekerja ketika ada tegangan lebih (overvoltage) sehingga meleburkan elemen lebur yang memutus aliran arus pada rangkaian
Gambar Fuse lebur
2. Sekering suhu (termal fuse)
Sekering suhu bekerja ketika sistem over head atau panas lebih sehingga mengakibatkan sekering trip (memutus arus)
Gambar Fuse termal
3. Sekering waktu (timer fuse)
Sekering dengan waktu tertentu, bisa menset waktu sesuai dengan program yang kita tentukan agar sekering tersebut bekerja.








0 Komentar untuk "Transformator"

Back To Top