SISTEM STARTER
PUTARAN MINIMAL MOTOR STARTER
UNTUK
MOTOR BENSIN 40 – 60 RPM
UNTUK
DIESEL 80 – 100 RPM
FUNGSI UTAMA STARTER
SEBAGAI
MEKANISME PEMUTAR AWAL AGAR MESIN DAPAT HIDUP
MENGAPA MESIN SUSAH HIDUP
pada putaran rendah
pada putaran rendah
BAHAN BAKAR TIDAK TERATOMISASI(BENTUK KABUT) DENGAN BAIK PADA PUTARAN RENDAH
TEMPERATUR MESIN YANG TERLALU RENDAH
KARAKTERISITIK MOTOR STARTER YANG MAKIN RENDAH PUTARANNYA MAKIN BESAR ARUS
LISTRIK YANG DIBUTUHKAN
PRINSIP DASAR
Prinsip
ulir kanan
Tangan
kiri Flemming
Karakteristik Motor Starter
Motor starter mempunyai
karakteristik kerja sebagai berikut :
Makin besar arus yang digunakan oleh motor starter, makin besar
momen puntir yang dibangkitkan.
Makin cepat motor, makin besar gaya electromotive yang
dibangkitkan armature coil dan makin kecil arus yang mengalir.
Prinsip Dasar Motor Starter
Pada
kumparan yang dialiri arus listrik, maka pada inti kumparan itu akan timbul
medan magnet.
Motor
starter terdiri dari kumparan jangkar (armature coil) yang pada ujungnya
terdapat komutator dan kumparan medan (field coil) yang terdapat inti besi dan
mampu berubah menjadi magnet karena pengaruh aliran listrik yang diberikan.
Field
coil dan armature coil dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan arus
baterai melalui komutator, maka pada armature coil akan terbangkit magnet dan
pada field coil juga akan terbangkit magnet.
Magnet
dari kedua inti kumparan tersebut (field coil dan armature coil) sama,
maka akan saling tolak-menolak. Hal ini dapat menghasilkan putaran pada armature
coil.
Faktor-faktor yang menentukan kemampuan putar dan tingginya
putaran motor starter adalah :
1.Besarnya
gaya magnet pada field coil
2.Besar
arus yang mengalir pada kumparan
3.Banyaknya
kumparan pada armature coil
Konstruksi Motor Starter Konvensional
Yoke Assy
1. Yoke Assy
Yoke assy terdiri dari :
1. Yoke, yang berfungsi untuk menopang (memegang) pole core.
2. Pole core, yang berfungsi untuk menopang field coil dan
memperkuat medan magnet.
3. Field coil, yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet
(kemagnetan).
4. Brush positif, yang berfungsi untuk menghubungkan arus dari
field coil ke armature.
armature
2. Armature Assy
Armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi
mekanik (gerak putar).
Armature assy terdiri dari :
1. Armature coil
2. Armature core
3. Armature shaft
4. Commutator
5. Helical spline
3. Brush Holder & Brush Negatif
1. Brush holder berfungsi
sebagai pemegang brush.
2. Brush negatif berfungsi untuk
meneruskan arus dari armature coil ke massa.
Starter Cluth (overrunning cluth)
4. Starter Clutch (Overrunning Clutch)
Starter clutch berfungsi untuk :
Meneruskan putaran armature ke ring gear flywheel.
Mencegah
terjadinya perpindahan putaran mesin (ring gear flywheel) ke armature.
Starter clutch terdiri dari :
1. Outer barrel /clutch housing
2. Clutch roller
3. Inner barrel /inner race (disatukan dengan pinion gear)
4. Pinion gear
5. Spring
6. Spline tube
Cara Kerja Overruning Cluth
1. Saat Start
Outer barrel berputar lebih
cepat dari inner barrel, sehingga clutch roller terdorong kebidang yang sempit
oleh spring, dan menyebabkan outer barrel (armature) memutarkan inner barrel
(pinion gear) melalui clutch roller.
2. Saat Mesin Hidup
Ring gear
flywheel memutarkan pinion gear, sehingga inner barrel berputar lebih cepat
dari outer barrel yang menyebabkan clutch roller terdorong ke bidang yang lebih
besar melawan tegangan spring. Akibatnya inner barrel tidak berhubungan
dengan outer barrel untuk mencegah perpindahan putaran dari mesin ke armature.
Magnetic Switch
5. Magnetic Switch
Magnetic switch berfungsi untuk :
Mendorong pinion gear berhubungan dengan flywheel.
Memungkinkan
arus yang besar dari battery mengalir ke motor starter (sebagai relay ).
Magnetic switch terdiri dari :
1. Pull in coil
2. Hold in coil
3. Contact plate
4. Main terminal (terminal 30)
5. Connecting terminal (terminal C)
6. Plunger
7. Return spring
8. Stud bolt
1. Saat Starting Switch (SS) Tertutup (On)
Saat Starting Switch (SS) Tertutup (On)
Aliran arus adalah :
B → SS → 50 → PC → F → A → E
B → SS → 50 → HC → E
Kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil sama dan akan
menyebabkan tertariknya plunger.
2. Saat Main Switch Tertutup
Saat Main Switch Tertutup
Aliran arus adalah :
B → SS → 50 → HC → E
B → MT → MS → C → F → A → E
Pada saat main switch tertutup kemagnetan pull in coil hilang
karena tidak ada beda potensial dan plunger ditahan oleh kemagnetan hold in
coil.
3. Saat Starting Switch (SS) Terbuka(Off)
Saat Starting Switch (SS) Terbuka(Off)
Aliran arus adalah :
B → MS → PC → HC → E
Arah kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil berbeda,
sehingga saling menghilangkan. Dan plunger kembali ke posisi semula didorong
oleh return spring.
6. Drive Lever
Drive Lever
Drive lever berfungsi untuk
menghubungkan stud bolt dengan starter clutch untuk menghasilkan pertautan
pinion gear dengan ring gear yang halus dan effisien.
Kunci kontak “ start “
Kunci kontak “ start “
1. Kunci Kontak “Start”
Aliran arus :
Battery → IG switch → term 50 → hold in coil → massa
Battery → IG switch → term 50 → pull in coil → term C → field coil → armature → massa
Terjadi kemagnetan pada
pull in coil dan hold in coil yang menarik plunger melawan tegangan return
spring. Saat ini motor berputar lambat agar perkaitan gigi lembut.
Motor berputar lambat
karena arus listrik yang ke motor starter harus melewati pull in coil.
Pinion Gear Berhubungan Dengan Ring Gear Fly Wheel
2. Pinion Gear Berhubungan Dengan Ring Gear Fly Wheel
Aliran arus :
Battery → IG switch → term 50 → hold in coil → massa
Battery → term 30 → contact plate → term C → field coil → armature → massa
Kemagnetan hanya terjadi
pada hold in coil yang menahan plunger yang menghubungkan terminal 30 dan
terminal C melalui contact plate, sehingga arus yang mengalir ke motor menjadi
besar dan motor berputar dengan momen yang besar.
Pada pull in coil tidak
terjadi kemagnetan karena tidak ada beda potensial.
3. Saat Kunci Kontak “ON”
Aliran arus :
Battery → term 30 → contact plate → term C → pull in coil → hold in coil → massa
Battery → term 30 → contact plate → term C → field coil → armature → massa
Kemagnetan pada pull in
coil dan hold in coil hilang karena saling meniadakan sehingga plunger kembali
ke posisi semula terdorong oleh return spring. Arus yang ke motor terputus
sehingga motor berhenti berputar.



















0 Komentar untuk "SISTEM STARTER"